Sertifikasi Bidang Tanah Nasional

Mahasiswa Jadi Kunci Percepatan Sertifikasi Bidang Tanah Nasional Tahun 2026

Mahasiswa Jadi Kunci Percepatan Sertifikasi Bidang Tanah Nasional Tahun 2026
Mahasiswa Jadi Kunci Percepatan Sertifikasi Bidang Tanah Nasional Tahun 2026

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi untuk mempercepat penyelesaian pendaftaran bidang tanah. Dia meminta jajaran Kementerian ATR/BPN memperluas kerja sama dengan kampus di seluruh Indonesia melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Kita perlu pertajam lagi kerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia. Kalau bisa, ajak kampus-kampus lain, terutama yang memiliki jurusan geodesi, untuk ikut KKN atau praktikum. Coba kita dorong lagi, supaya ada solusi yang nyata di lapangan,” ujar Nusron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Keterlibatan mahasiswa terbukti efektif, terutama dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Berdasarkan pengalaman di Pekalongan, Jawa Tengah, program KKN mampu mempercepat pendaftaran secara signifikan dibanding metode konvensional.

Nusron menekankan perlunya kerja sama dengan kampus Islam, Muhammadiyah, dan perguruan tinggi lain. “Ini terbukti efektif,” tegasnya, mendorong perluasan partisipasi mahasiswa di seluruh daerah.

Strategi Kementerian ATR/BPN Melalui KKN Tematik

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menilai kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki nilai strategis. Oleh karena itu, persiapan program KKN tahun 2026 perlu dilakukan secara matang, termasuk dari sisi penganggaran.

“Anggaran KKN 2026 harus benar-benar dipersiapkan agar keinginan Pak Menteri dapat tercapai, terutama percepatan pengurusan sertipikat yang ditargetkan sebanyak enam juta bidang tanah tahun ini,” jelas Ossy.

Program KKN tematik diharapkan memiliki tema yang tepat agar tujuan percepatan sertifikasi bisa tercapai. Dengan demikian, tahun 2026, kekuatan mahasiswa dan taruna akan optimal dalam menyelesaikan permasalahan administrasi pertanahan.

Selain mahasiswa KKN, Kementerian ATR/BPN juga menurunkan Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Mereka akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tematik Tingkat III.

Program ini melibatkan sebanyak 619 taruna sebagai bagian dari skema perbantuan sumber daya manusia. Kehadiran mereka akan membantu fungsi administratif, kearsipan, dan teknis spasial di lapangan.

Optimalkan Data Pertanahan Menuju Sertifikasi Elektronik

Kegiatan mahasiswa dan taruna mendukung peningkatan kualitas data pertanahan nasional. Data yang rapi dan terstruktur menjadi fondasi untuk pra-sertifikasi elektronik yang sedang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN.

Pendekatan ini tidak hanya membantu percepatan sertifikasi, tetapi juga memperkuat pengelolaan administrasi pertanahan di lapangan. Mahasiswa belajar praktik nyata sekaligus berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.

Program KKN tematik memungkinkan mahasiswa menerapkan teori akademik ke praktik lapangan. Hal ini juga menjadi sarana pengembangan kapasitas mereka dalam bidang geodesi, pertanahan, dan administrasi publik.

Selain itu, peran mahasiswa membantu mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf, yang selama ini sering terkendala administrasi. Dengan keterlibatan mereka, proses pendaftaran tanah wakaf dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Kementerian ATR/BPN berharap model kerja sama ini menjadi contoh bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Mahasiswa diharapkan menjadi penggerak utama percepatan sertifikasi dan penataan pertanahan.

Pelibatan taruna STPN menambah kapasitas tenaga kerja di lapangan. Mereka memberikan dukungan teknis dan administratif sesuai dengan pedoman yang berlaku, sehingga target sertifikasi enam juta bidang tanah bisa lebih realistis dicapai.

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional dalam penyelesaian pendaftaran bidang tanah. Optimalisasi sumber daya manusia melalui mahasiswa dan taruna menjadi inovasi penting di tengah tantangan administrasi pertanahan.

KKN tematik juga mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi dan daerah. Hal ini menciptakan jaringan profesional yang kuat untuk mendukung sistem pertanahan nasional.

Kementerian ATR/BPN menilai bahwa integrasi mahasiswa dalam program sertifikasi tanah memberikan efek ganda. Selain mempercepat proses administrasi, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang berharga.

Selain itu, program ini juga meningkatkan akurasi data pertanahan yang dikumpulkan. Informasi yang tepat menjadi kunci bagi pengambilan keputusan dan pengelolaan tanah yang lebih efisien.

Dengan keterlibatan mahasiswa dan taruna, target percepatan sertifikasi tanah bisa lebih cepat tercapai. Hal ini juga membantu pemerintah memenuhi janji penataan pertanahan yang lebih baik bagi masyarakat.

Program KKN tematik diharapkan bisa menjadi model pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang pertanahan. Mahasiswa belajar langsung di lapangan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan upaya digitalisasi pertanahan nasional. Pra-sertifikasi elektronik menjadi lebih mudah diterapkan dengan data yang lengkap dan terverifikasi oleh mahasiswa dan taruna.

Keberhasilan program ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses sertifikasi tanah. Nasabah, masyarakat, dan institusi terkait mendapat kepastian hukum dan administrasi yang lebih baik.

Kementerian ATR/BPN menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dan taruna merupakan strategi jangka panjang. Mereka menjadi ujung tombak dalam percepatan sertifikasi dan penguatan tata kelola pertanahan di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index