JAKARTA - Perjalanan Declan Rice bersama Arsenal berkembang menjadi cerita penting dalam fase kebangkitan klub London Utara tersebut.
Datang dengan label transfer mahal, Rice sempat dibayangi ekspektasi besar yang tidak ringan. Namun, waktu justru membuktikan bahwa keputusan Arsenal merekrutnya merupakan langkah yang tepat.
Sejak musim pertamanya, Rice menunjukkan konsistensi yang jarang terlihat. Ia tidak hanya tampil rutin, tetapi juga menjadi figur yang mampu mengendalikan tempo permainan. Keberadaannya memberi rasa aman bagi lini belakang sekaligus ruang bagi pemain kreatif Arsenal.
Di bawah asuhan Mikel Arteta, Rice berkembang menjadi pemain yang lebih lengkap. Perannya bukan sekadar pemutus serangan, melainkan juga pengatur ritme dan pemimpin di tengah lapangan.
Tak heran, namanya kini kerap disebut ketika Arsenal kembali bersaing di papan atas Liga Inggris, membawa harapan besar bagi para pendukung setia klub.
Peran sentral Rice di era Arteta
Ketika Arsenal resmi mendatangkan Rice dari West Ham pada musim panas 2023, banyak yang mempertanyakan banderol mahal yang disematkan padanya. Namun, keraguan tersebut perlahan sirna seiring kontribusi nyata yang ia berikan di setiap pertandingan.
Rice langsung dipercaya mengisi peran vital di lini tengah. Ia tampil hampir di semua laga penting dan jarang absen, menunjukkan daya tahan fisik serta kedisiplinan taktik yang luar biasa.
Kehadirannya membuat struktur permainan Arsenal lebih seimbang. Transisi bertahan dan menyerang menjadi lebih rapi, sementara rekan-rekannya tampak lebih percaya diri dalam mengambil risiko.
Penghargaan Pemain Terbaik Klub musim 2024/25 menjadi bukti bahwa kontribusi Rice diakui secara luas, bukan hanya oleh pelatih, tetapi juga oleh klub dan para penggemar.
Pujian istimewa dari legenda klub
Pujian besar datang dari Robert Pires, legenda Arsenal yang menjadi bagian penting dari era kejayaan klub. Ia melihat sesuatu yang istimewa dalam diri Rice, sesuatu yang melampaui statistik dan performa teknis semata.
Bagi Pires, Rice memiliki aura kepemimpinan yang hanya dimiliki pemain-pemain besar Arsenal di masa lalu. Aura tersebut terlihat dari cara Rice memimpin rekan setim, menghadapi tekanan, dan mengambil tanggung jawab di momen krusial.
Sebagai mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer juara bersama Arsenal, Pires memahami betul standar tinggi yang dibutuhkan untuk mengangkat trofi liga. Karena itu, perbandingan yang ia lontarkan memiliki bobot tersendiri.
Rice dinilai bukan hanya pemain hebat, tetapi juga figur yang mampu menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang Arsenal.
Disejajarkan dengan sosok ikonik Arsenal
Pires secara terbuka menyebut bahwa Rice berada di lingkaran pemain legendaris Arsenal. Ia menempatkan Rice sejajar dengan nama-nama besar yang menjadi simbol kejayaan klub.
"Jika Anda ingin mengangkat trofi di akhir musim, Anda membutuhkan pemain seperti Declan Rice," kata Pires pada Sky Sports. "Anda membutuhkan Patrick Vieira, Thierry Henry, Tony Adams… dan Declan Rice berada di lingkaran yang sama, ya," pujinya.
Pernyataan ini menegaskan betapa tinggi penilaian Pires terhadap Rice. Perbandingan dengan Thierry Henry bukanlah hal yang sembarangan, mengingat status Henry sebagai ikon terbesar Arsenal.
Meski bermain di posisi berbeda, Rice dinilai memiliki dampak emosional dan kepemimpinan yang serupa, sesuatu yang sangat dibutuhkan Arsenal dalam perburuan gelar.
Aura positif yang kembali terasa di Emirates
Selain menyoroti individu Rice, Pires juga menilai perubahan besar yang terjadi di lingkungan Arsenal. Setiap kali kembali ke Emirates Stadium, ia merasakan suasana yang jauh lebih positif dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, aura optimisme kini begitu kental di sekitar klub. Para pemain tampil dengan keyakinan tinggi, sementara para pendukung kembali merasakan harapan nyata untuk meraih trofi besar.
Pires membandingkan kondisi ini dengan periode sulit Arsenal setelah meninggalkan Highbury. Pada masa itu, klub kerap kehilangan arah dan identitas di tengah persaingan ketat Liga Inggris.
Kini, dengan fondasi yang lebih kuat dan pemain-pemain berkarakter seperti Rice, Arsenal dinilai telah menemukan kembali jati dirinya.
Simbol kebangkitan dan harapan juara
Bagi Arsenal, Declan Rice lebih dari sekadar gelandang bertahan. Ia telah menjelma menjadi simbol kebangkitan klub yang lama menanti kembali ke jalur juara.
Konsistensi performanya memberi rasa stabilitas yang sangat dibutuhkan dalam persaingan panjang musim liga. Rice juga menjadi contoh profesionalisme bagi pemain muda di dalam skuad.
Dengan Arsenal kembali bersaing di papan atas, peran Rice akan semakin krusial. Tekanan untuk terus tampil konsisten tentu akan meningkat seiring harapan besar publik Emirates.
Namun, melihat perkembangan sejauh ini, Rice tampak siap memikul tanggung jawab tersebut. Aura kepemimpinannya, seperti yang disorot Pires, bisa menjadi pembeda dalam perjalanan Arsenal menuju kejayaan yang telah lama dinanti.