JAKARTA - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat rantai pasok logistik energi nasional.
Di awal Februari 2026, emiten jasa angkutan laut ini resmi mengoperasikan armada baru yang ke-23, yang terdiri dari satu set kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge). Langkah ekspansi ini diambil guna merespons tingginya permintaan angkutan komoditas, terutama batu bara, serta untuk menjaga momentum pertumbuhan kinerja perusahaan di tahun ini.
Strategi Ekspansi Armada di Tengah Permintaan Tinggi
Penambahan armada ke-23 ini merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas angkut tahunan.
Modernisasi Fasilitas: Pengoperasian kapal baru ini memastikan efisiensi operasional yang lebih baik dengan teknologi navigasi dan mesin yang lebih ramah lingkungan.
Peningkatan Kapasitas: Dengan total 23 armada, HAIS kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam melayani pelanggan di berbagai wilayah perairan Indonesia, khususnya di Kalimantan.
Fokus pada Komoditas Energi: Armada baru ini akan dioptimalkan untuk pengiriman batu bara guna mendukung kebutuhan pembangkit listrik domestik maupun pasar ekspor yang masih tumbuh stabil di tahun 2026.
Dampak Terhadap Kinerja Emiten (HAIS)
Secara fundamental, penambahan aset ini memberikan sinyal positif bagi para pemegang saham dan calon investor:
Potensi Pendapatan: Peningkatan jumlah armada berbanding lurus dengan kemampuan perusahaan dalam menyerap kontrak-kontrak baru yang potensial meningkatkan top-line perusahaan.
Kepercayaan Pasar: Langkah ini menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat, di mana HAIS mampu terus melakukan belanja modal (CapEx) untuk pertumbuhan jangka panjang.
Efisiensi Biaya: Memiliki armada sendiri dalam jumlah besar membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada sewa kapal pihak ketiga, yang pada akhirnya dapat memperbaiki margin laba.
Mendukung Ketahanan Logistik Nasional
Sektor logistik maritim merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Kehadiran armada tambahan dari HAIS berkontribusi pada:
Kelancaran Distribusi Energi: Memastikan pasokan bahan baku energi antar pulau tetap terjaga tanpa hambatan ketersediaan kapal.
Daya Saing Industri: Logistik yang efisien membantu menurunkan biaya distribusi nasional, menjadikan produk komoditas Indonesia lebih kompetitif di pasar global.