JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten terkemuka di bidang petrokimia, menggelar pemeliharaan terjadwal (turnaround maintenance/TAM) di fasilitas pabriknya yang berlokasi di Cilegon, Banten.
Kegiatan ini menjadi bagian krusial dari tata kelola perusahaan dalam menjaga keandalan dan kesiapan fasilitas produksi. Dengan pelaksanaan TAM, perusahaan memastikan pabrik dapat beroperasi dengan optimal serta memenuhi kebutuhan industri nasional.
Pemeliharaan ini dirancang untuk menjaga kualitas dan keselamatan operasional pabrik agar tidak mengalami gangguan signifikan selama masa pemeliharaan.
Langkah ini juga merupakan bagian dari standar global dalam industri petrokimia yang rutin dilakukan secara terencana. Hal tersebut menjadi jaminan bagi pelanggan bahwa pasokan produk petrokimia akan tetap stabil dan terjamin.
Melalui koordinasi terintegrasi, perusahaan menjalankan pemeliharaan secara menyeluruh tanpa mengganggu status operasional pabrik secara permanen.
Proses ini dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan demikian, pemeliharaan terjadwal menjadi investasi strategis untuk kelangsungan usaha jangka panjang.
Pelaksanaan Pemeliharaan dalam Dua Tahap Utama
Turnaround maintenance di Chandra Asri dijadwalkan berlangsung dalam dua periode berbeda yang telah disusun dengan matang. Periode pertama meliputi pemeliharaan di fasilitas Naphtha Cracker serta Polymer Plant, yang terdiri dari unit Polyethylene dan Polypropylene.
Kegiatan pada tahap ini direncanakan berlangsung selama 26 hari dan difokuskan pada optimalisasi serta perbaikan komponen utama pabrik.
Sementara itu, periode kedua diarahkan pada pemeliharaan fasilitas Butadiene dan MTBE serta Butene-1 Plant dengan estimasi waktu pemeliharaan selama 41 hari.
Penjadwalan ini dilakukan agar aktivitas produksi dapat terus berjalan secara terkoordinasi dan dampak terhadap rantai pasok dapat diminimalkan. Hal ini memastikan pelanggan tetap memperoleh produk sesuai kebutuhan tanpa gangguan signifikan.
Dengan membagi pemeliharaan dalam dua periode tersebut, perusahaan mampu mengatur sumber daya dan tenaga kerja dengan lebih efisien.
Selain itu, langkah ini juga mengurangi risiko downtime yang dapat berimbas pada operasional secara keseluruhan. Pendekatan terukur ini mendukung keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan efisiensi pemeliharaan.
Fokus pada Keamanan dan Standar Operasional
Dalam pelaksanaan pemeliharaan terjadwal, Chandra Asri mengedepankan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama.
Seluruh proses dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ketat dan protokol keamanan yang berlaku. Upaya ini menjamin keselamatan karyawan serta menjaga integritas fasilitas produksi dari potensi risiko kecelakaan kerja.
Selain itu, pemeliharaan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan lingkungan yang mengatur industri petrokimia.
Kepatuhan terhadap regulasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemeliharaan terjadwal tidak hanya menjaga kinerja pabrik, tapi juga mendukung pelestarian lingkungan sekitar.
Pengawasan dan pengendalian kualitas dilakukan secara intensif selama proses pemeliharaan berlangsung. Tim teknis profesional melakukan pemeriksaan mendetail serta pengujian di setiap tahap kerja.
Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa fasilitas dapat kembali beroperasi dalam kondisi prima setelah pemeliharaan selesai.
Dukungan Terhadap Industri Nasional dan Pelanggan
Chandra Asri berkomitmen menjaga peranannya sebagai produsen petrokimia terbesar di Indonesia dengan memastikan pasokan produk tetap lancar. Melalui pemeliharaan terjadwal, perusahaan berupaya menjaga stabilitas rantai pasok yang sangat vital untuk berbagai sektor industri di tanah air.
Dengan keandalan fasilitas yang terjaga, industri nasional dapat terus berkembang tanpa khawatir terhadap gangguan pasokan bahan baku.
Perusahaan juga memahami pentingnya memenuhi ekspektasi pelanggan dari segi kualitas produk dan kontinuitas layanan. Oleh karena itu, pemeliharaan ini disusun agar dampak terhadap pelanggan seminimal mungkin. Chandra Asri menerapkan sistem koordinasi dan komunikasi efektif selama periode pemeliharaan guna menjaga hubungan yang baik dan transparan dengan seluruh mitra bisnis.
Melalui strategi pemeliharaan yang terencana, Chandra Asri turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan kebutuhan industri dalam jangka panjang.
Keberlangsungan operasional pabrik menjadi fondasi utama agar sektor petrokimia Indonesia tetap kompetitif di pasar global. Hal ini juga memperkuat kepercayaan pasar dan membuka peluang pengembangan bisnis ke depan.
Komitmen Berkelanjutan dalam Tata Kelola Industri Petrokimia
Pelaksanaan turnaround maintenance merupakan wujud nyata komitmen Chandra Asri dalam tata kelola perusahaan yang baik dan profesional. Dengan pengalaman lebih dari 33 tahun, perusahaan terus berupaya melakukan inovasi dalam pengelolaan fasilitas produksi.
Pemeliharaan terjadwal menjadi bagian dari strategi untuk menjaga integritas aset dan memperpanjang masa operasional pabrik.
Perusahaan terus mengadopsi teknologi dan metode terkini dalam pemeliharaan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Penggunaan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat membantu mendeteksi potensi kerusakan sebelum menjadi masalah besar.
Hal ini tidak hanya mengurangi biaya perbaikan, tetapi juga meminimalkan waktu henti produksi yang berdampak negatif.
Chandra Asri bertekad mempertahankan posisi sebagai pelaku utama di industri petrokimia nasional dengan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.
Pemeliharaan terjadwal ini menjadi contoh nyata bahwa perusahaan mampu menjalankan operasi dengan profesionalisme tinggi. Ke depannya, Chandra Asri siap menghadapi tantangan pasar dan mendukung kemajuan industri di Indonesia secara berkelanjutan.